Membuat Read More Otomatis

Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat read more secara keseluruhan untuk semua postingan yang kita buat, agar terlihat lebih rapi pada tampilan home atau tampilan utama. Berikut langkah – langkah dalam membuat read more otomatis :
  1. Silahkan login ke blogger terlebih dahulu.
  2. Klik Tata Letak.
  3. Kemudian klik Edit HTML.
  4. Centang Expand Template Widget.
  5. Letakkan kode berikut ini, tepat dibawah kode </head> :
    <script type='text/javascript'> var thumbnail_mode = &quot;no-float&quot; ; summary_noimg = 450; summary_img = 360; img_thumb_height = 120; img_thumb_width = 150; </script>
    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    /******************************************
    Auto-readmore link script, version 2.0 (for blogspot)
    (C)2008 by Anhvo
    visit http://en.vietwebguide.com to get more cool hacks
    ********************************************/
    function removeHtmlTag(strx,chop){
    if(strx.indexOf("<")!=-1)
    {
    var s = strx.split("<");
    for(var i=0;i<s.length;i++){
    if(s[i].indexOf(">")!=-1){
    s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);
    }
    }
    strx = s.join("");
    }
    chop = (chop < strx.length-1) ? chop : strx.length-2;
    while(strx.charAt(chop-1)!=' ' && strx.indexOf(' ',chop)!=-1) chop++;
    strx = strx.substring(0,chop-1);
    return strx+'...';
    }
    function createSummaryAndThumb(pID){
    var div = document.getElementById(pID);
    var imgtag = "";
    var img = div.getElementsByTagName("img");
    var summ = summary_noimg;
    if(img.length>=1) {
    imgtag = '<span style="float:left; padding:0px 10px 5px 0px;"><img src="'+img[0].src+'" width="'+img_thumb_width+'px" height="'+img_thumb_height+'px"/></span>';
    summ = summary_img;
    }
    var summary = imgtag + '<div>' + removeHtmlTag(div.innerHTML,summ) + '</div>';
    div.innerHTML = summary;
    }
    //]]>
    </script>
  6. Untuk yang sudah pernah menggunakan read more sebelumnya atau yang secara manual, sebaiknya kalian kembalikan dulu kodenya seperti semula. Kemudian hapus kode yang saya tandai dengan warna biru di bawah ini, sesuaikan dengan template kalian, karena setiap template berbeda - beda :
    <div class='post-header-line-1'/>
    <div class='post-body'>
    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
    <style>.fullpost{display:inline;}</style>
    <p><data:post.body/></p>
    <b:else/>
    <style>.fullpost{display:none;}</style>
    <p><data:post.body/></p>
    <a expr:href='data:post.url'>Readmore</a>
    </b:if>
    <div style='clear: both;'/>    
    sehingga sekarang hanya ada satu <data:post.body/>
  7. Kemudian hapus kode :
    <data:post.body/> atau <p><data:post.body/></p>
  8. Ganti kode tersebut dengan kode berikut ini :
    <b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
    <div expr:id='"summary" + data:post.id'><data:post.body/></div>
    <script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb("summary<data:post.id/>");</script>
    <span class='rmlink' style='float:left'><a expr:href='data:post.url'>Read More … <data:post.title/></a></span>
    </b:if>
    <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><data:post.body/></b:if>

  9. Kemudian Simpan Template.

Keterangan :
  • summary_noimg = 450 –-> untuk tinggi postingan tanpa gambar.
  • summary_img = 360 –-> untuk tinggi postingan dengan gambar.
  • img_thumb_height = 120 –> tinggi gambar.
  • img_thumb_width = 150 –> lebar gambar.
  • Read More… –> bisa kalian ganti dengan tulisan Baca Selengkapnya / Baca Selanjutnya / atau apa saja yang kalian inginkan.
Selamat mencoba....  ^.^




Referensi:
http://miscah.blogspot.com/2009/09/cara-membuat-read-more-otomatis.html
Read More..

Situs Jejaring Pertemanan Terbesar


Setelah pada tanggal bersejarah, 29 April 2008 Facebook melampaui Myspace untuk peringkat Alexa, pada data keluaran comScore terlihat juga Facebook membuat lompatan dalam hal pertumbuhan banyaknya pengunjung unik. Pada gambar yang ditunjukkan techcrunch, terlihat pertumbuhan yang sangat signifikan di semua benua.

Di Indonesia, memang masih didominasi oleh friendster, juga di asia tenggara pada umumnya . Namun secara pertumbuhan pun, friendster tak kuasa menahan gempuran Facebook seperti pada data di pingdom.com lengkapnya. Facebook mulai umum digunakan untuk berbagai kepentingan, tidak hanya jejaring pertemanan namun juga digunakan untuk kampanye sosial, memperoleh suara dalam kampanye politik seperti kisah terkini Barack Obama, bahkan juga menjadi alat untuk meningkatkan penjualan dalam bidang bisnis anggotanya.


Aplikasi terbuka yang dikembangkan oleh Facebook banyak disebut sebagai kunci kemenangan merebut hati komunitas penggunanya. Aplikasi di Facebook bisa dibuat oleh siapa saja sesuai standar yang dirilis oleh Facebook. Pada awalnya hanya aplikasi-aplikasi permainan dan iseng, namun kini aplikasi tersebut digunakan untuk berbagai keperluan.

Bagaimana dengan kita pengguna di Indonesia? Membuat situs semacam Facebook? Mungkin susah, namun masih banyak peluang untuk mengembangkan aplikasi Facebook yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Terlihat juga beberapa tokoh yang ingin maju menjadi Presiden Indonesia 2009 memanfaatkan Facebook, Rizal dan Fadjroel, tokoh muda melek teknologi yang memanfaatkan dengan baik perangkat ini.
Read More..

Keunggulan Aplikasi Web 2.0


Berbagai macam bisnis dengan memanfaatkan teknologi Web 2.0 saat ini semakin berkembang. Meskipun tidak sedikit yang mengatakan bisnis aplikasi Web 2.0 masih belum kelihatan keuntungannya. BusinessWeek dalam suatu artikelnya tentang “The My Space Generation” mengatakan bisnis jejaring sosial semacam MySpace atau Facebook tidak terlihat memiliki model bisnis [1].

Terbitan BusinessWeek 2 Juni 2008 mengulas sekali lagi tentang blog dan Web 2.0. Dalam terbitan itu BusinessWeek “mengoreksi” artikel utama terbitan 2005 yang berjudul “Blog Mengubah Bisnis Anda” menjadi “Media Sosial Mengubah Bisnis Anda”. Hal ini merupakan penegasan dari redaksi BusinessWeek tentang betapa besarnya pengaruh Web 2.0 atau yang mereka sebut “Media Sosial” dalam dunia bisnis. Model bisnis aplikasi Web 2.0 kini semakin diakui, mulai dari bentuk blog, jejaring sosial, konten multimedia berbasis kiriman pengguna, hingga media berbasis citizen journalism. Model bisnis Web 2.0 dengan bantuan teknologi internet bisa dimulai dari modal awal yang kecil, banyak contoh bahkan sebagian besar yang mengawali bisnis ini dari perorangan atau beberapa orang yang sekarang bernilai jutaan dollar, misalnya Facebook, Google, dan YouTube. Banyak pula perusahaan besar, utamanya perusahaan media cetak konvensional, mengubah model bisnisnya menjadi media online, kemudian mengubahnya lagi menggunakan aplikasi Web 2.0 atau disebut media baru.

Modal awal yang kecil dan teknologi dengan standar yang terbuka membuat halangan untuk masuk ke bisnis yang sama menjadi rendah. Hal ini berarti persaingan semakin ketat. Meski terlihat banyak yang meraih sukses dengan aplikasi Web 2.0 ini, namun tidak sedikit yang gagal. Untuk itu perlu model bisnis yang tepat dan kemampuan untuk mengembangkan model bisnis mengikuti perkembangan yang ada sangat penting. Untuk melakukan analisis model bisnis aplikasi Web 2.0 maka perlu mengingat kembali potensi kekuatan dan keunggulan teknologi yang dipakai oleh aplikasi Web 2.0. Model bisnis terutama dipakai untuk menjawab bagaimana suatu bisnis memperoleh pemasukan. Model ini juga menampakkan bagaimana interaksi perusahaan dengan mitra bisnis dan pelanggan.

Model bisnis aplikasi Web 2.0 akan memperlihatkan interaksi yang semakin aktif dari ketiganya. Pelanggan atau pengguna tidak hanya pihak yang pasif tetapi bahkan meningkat menjadi mitra yang juga dimampukan turut memproduksi konten dan saling berinteraksi serta bekerjasama dengan pengguna lain. Interaksi yang semakin aktif antarpihak ini menjadi salahsatu kekuatan Web 2.0 sehingga perlu model bisnis dan strategi khusus untuk mengoptimalkan potensi semua pihak yang sebelumnya belum terpikirkan.
Kita perlu melihat keunggulan Web 2.0 yang potensial menghasilkan pemasukan bagi perusahaan sebelum melihat berbagai model bisnis yang diterapkan oleh berbagai perusahaan.


[1] Jessi Hempel, The My Space Generation, BusinessWeek, 12 Desember 2005, http://www.businessweek.com/magazine/content/05_50/b3963001.htm diakses pada 11 Juni 2008.



Referensi:
http://www.newmedia.web.id
Read More..

Perbandingan Aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0



Sebenarnya tidak ada kesepakatan adanya versi dalam aplikasi web, namun untuk memudahkan pembahasan dan menandai munculnya perkembangan teknologi web, banyak praktisi yang memberi label Web 1.0 dan Web 2.0.  Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.
No.    Perbandingan    Web 1.0    Web 2.0
1    Perilaku pengguna    Membaca    Menulis
2    Pelaku utama    Perusahaan    Pengguna/Komunitas
3    Hubungan dengan server    Client-server    Peer to peer
4    Bahasa pemrograman penampil konten    HTML    XML
5    Pola hubungan penerbit-pengguna    Searah    Dua arah/ Interaktif
6    Pengelolaan konten    Taksonomi/direktori    Folksonomi/penanda/tag
7    Penayangan berbagai kanal informasi    Portal    RSS/Sindikasi
8    Hubungan antar pengakses    Tidak ada    Berjejaring
9    Sumber konten    Penerbit/pemilik situs    Pengguna

Perbandingan aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0 digambarkan Chris Wolz (2008) dalam sebuah presentasi seminar tentang Web 2.0 dan Media Sosial seperti pada gambar [1]. Ia menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Dalam aplikasi Web 2.0, terdapat hubungan yang saling berjejaring antara pemilik maupun pembaca, bahkan “Anda” sebagai pembaca adalah fokus.
[1] Chris Wolz, “Web 1.0 vs Web 2.0: It’s All About You”, Presentasi pada Web Executive Seminar: Social Sites for Social Goods, 26 Februari 2008



Referensi:
http://www.newmedia.web.id
Read More..

Aplikasi Web 2.0 Mendukung Media Baru

Akhir-akhir ini era media baru telah mulai bergulir, media massa lama yang didominasi media cetak, radio, dan televisi, menemukan pesaing baru dengan hadirnya teknologi informasi, khususnya internet. Konten yang dihadirkan oleh internet mampu didistribusikan kepada berjuta-juta penggunanya di seluruh dunia pada saat yang bersamaan tanpa mengeluarkan biaya mahal dan waktu yang sangat lama, tampilannya pun sangat menarik dikarenakan teknologi multimedianya yang dapat menampilkan berbagai desain, seperti tema pada blog, gambar, video, dan lainnya yang dapat menarik seseorang untuk melihatnya, hal tersebut tentu saja mengalahkan media cetak seperti koran, majalah, dan lainnya, yang hanya dapat menerbitkan produknya secara terbatas kepada pelanggan karena masalah lokasi dan biaya. Media baru sekarang ini telah menggunakan aplikasi Web 2.0 secara optimal. Keunggulan aplikasi Web 2.0 sangat mendukung perkembangan media sehingga banyak media lama yang melakukan transformasi menuju media baru, dari media cetak menjadi media online.
1.     Media “Lama”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, pengertian media adalah sebagai berikut:
me·dia /média/ n 1 alat; 2 alat (sarana) komunikasi spt koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; 3 yg terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb): wayang bisa dipakai sbg — pendidikan; 4 perantara; penghubung; 5 zat hara yg mengandung protein, karbohidrat, garam, air, dsb baik berupa cairan maupun yg dipadatkan dng menambah gelatin untuk menumbuhkan bakteri, sel, atau jaringan tumbuhan;
– cetak sarana media massa yg dicetak dan diterbitkan secara berkala spt surat kabar, majalah; — elektronik sarana media massa yg mempergunakan alat-alat elektronik modern, msl radio, televisi, dan film; — film sarana media massa yg disiarkan dng menggunakan peralatan film (film, proyektor, layar); alat penghubung yg berupa film; — massa sarana dan saluran resmi sbg alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kpd masyarakat luas.

Dalam konteks penulisan ini, media merujuk pada alat atau sarana komunikasi dan informasi secara umum untuk semua orang. Sebutan media “lama” atau media tradisional dalam konteks ini digunakan untuk membedakan dengan media baru. Logikanya dengan munculnya media baru, hal ini digunakan untuk menandakan bahwa telah ada suatu jenis media yang berbeda dengan media yang telah ada sebelumnya.
Media lama dideskripsikan mempunyai fungsi komunikasi searah atau tidak interaktif, penyampaiannya tidak global, konten atau informasi yang disebarkan dibuat oleh sekelompok profesional, dan audien secara pasif menerima informasi yang disampaikan oleh media tidak dapat mengomentari langsung informasi yang disampaikan oleh penyampainya.

2.    Media Baru
Media baru dideskripsikan sebagai media yang mampu menayangkan konten atau informasi secara interaktif, audien dimampukan untuk menanggapi setiap informasi dengan mudah, pembaca bisa bertindak secara aktif menyampaikan informasi, dan pembaca dapat berkomunikasi dan bekerjasama dengan pembaca atau anggota lainnya.

Istilah “media baru” ini sering dimunculkan untuk menyebut aplikasi Web 2.0. Aplikasi Web 2.0 juga identik dengan konten digital yang dapat didistribusikan secara masif dan interaktif melalui internet. Konten internet yang berupa gabungan berbagai jenis media, teks, gambar, suara, dan video, ditambah dengan kemampuan interaktifnya mengalahkan kemampuan segenap media yang pernah ada. Kelebihannya ditambah dengan keberadaan arsip yang bisa diakses setiap saat. Pengakses internet dapat melihat berita atau artikel yang ditayangkan bertahun-tahun sebelumnya.

Kekuatan utama yang merupakan revolusi dalam media baru adalah interaktifitas antara pembaca dengan pembuat artikel. Pembaca dengan segera bisa memberikan komentar atau umpan balik pada setiap artikel yang dibacanya. Pembaca tidak lagi pasif, kini saatnya mereka juga bisa secara langsung  mengirimkan artikelnya (beberapa jenis media langsung menayangkan tanpa editing).




Referensi:
http://www.newmedia.web.id
Read More..

Followers

Powered by Blogger